Menjinakkan Burung Kacer Ombyokan/bakalan

 


Burung Kacer merupakan burung kicauan yang saat ini cukup diminati para penghobi Kicaumania. Burung Kacer memiliki habitat di tempat tempat yang cukup mudah kita jangkau atau merupakan jenis burung yang berhabitat di dataran rendah dan dangkal,seperti di perairan sungai, dan pekebunan.

Burung kicau ini merupakan jenis burung pemakan serangga atau disebut karnivora, akan tetapi ada kalanya burung ini suka memakan buah-buah kecil seperti ceri untuk menambah proteinnya.

Dalam proses pengurusannya, burung Kacer ini tergolong cukup sulit apalagi ketika kita memilih untuk memelihara kacer bakalan/ombyokan karena Kacer bersifat sensitif atau rentan mati akibat kurangnya pasokan nutrisi. Berikut adalah cara merawat Kacer bakalan/ombyokan agar menjadi sehat dan jinak.

1. Memilih Kacer bakalan yang aktif (tidak terlihat murung)

Hal awal yang harus kita lakukan adalah memilih burung kacer bakalan yang terlihat sehat atau aktif tujuan awalnya agar si burung ketika datang ke rumah tidak mengalami kesetresan yang fatal.

2. Fokuskan memberi pakan yang mengandung nutrisi tinggi 

Hal yang kedua yang harus kita lakukan adalah memberikan kacer bakalan pakan yang mengandung nutrisi tinggi. Kacer hasil ombyokan perlu diberikan pakan yang mengandung tinggi nutrisi agar kacer bakalan tidak sakit atau stres akibat perjalanan jauh atau adaptasi tempat. Usahakan usahakan selama satu minggu full burung kacer diberikan pakan extra fooding atau makanan alami yang biasa dia makan di alam.

3. Proses penge-voeran 

Selanjutnya proses pengapuran. Proses pengeboran ini bertujuan untuk membuat para Kicaumania atau merawat burung kacer ini tidak mengalami kesulitan dalam pemberian pakannya, ketika burung kacer sudah terlihat sehat dan aktif selanjutnya adalah proses pengukuran yang dilakukan dengan cara mencampur pakan extra fooding dengan Voer.

Ketika si kacer sudah terbiasa memakan voer maka extra fooding dapat diberikan kepada kacer secara seling selingan atau berakar. seperti contoh pemberian jangkrik 5/5 p/s.

4. Proses penjinakan 

Ketika kacer sudah bisa memakan voer, maka Taha selanjutnya adalah tahap penjinakan. 

A. Cara menjinakan kacer bakalan bisa juga menggunakan metode terapi lapar, caranya adalah dengan mencabut wadah pakan pada kandang kacer di saat malam hari lalu dipasang kembali saat pagi hari jam 10. Ketika hal itu dilakukan secara rutin maka dengan sendirinya kacar akan menganggap si perawat sebagai majikan dan akan terbiasa dengannya.


B. Selanjutnya memandikan Kacer. Salah satu karakter yang disukai burung kacer yaitu mandi karena burung kacer merupakan burung yang berada di dataran rendah yang memiliki hobi mandi. Perawat sebaiknya memandikan kacer sebanyak 3 kali seminggu atau dua kali seminggu paling sedikit setiap pagi dan sore, maka lambat lain si Kacer pun akan jinak.

Ketika si kacer sudah mulai jinak dan sudah beradaptasi dengan lingkungan maka akan dengan sendirinya kacer akan mulai berkicau.

Itulah ulasan mengenai cara merawat burung Kacer bakalan agar sehat dan jinak. Semoga bermanfaat..




Comments

Popular posts from this blog

Menjinakkan burung gereja